Frontosa si Jidat Nongnong nan Sexy

Di kalangan peminat ikan hias, nama Frontosa bisa jadi tidak ‘se sexy’ arwana, koi, atau discus. Mungkin sampai saat ini belum ada yang namanya festival ikan Frontosa, dan masih sedikit informasi yang tersedia tentang ikan yang satu ini. Kehadirannya yang hampir tidak ketahuan di antara jenis-jenis ikan hias lain, seolah menggambarkan sifatnya yang pendiam dan terkesan malas.   Frontosa adalah bahasa latin yang artinya si Kepala Besar. Nama lengkapnya adalah Cyphotilapia Frontosa. Cypho artinya Nongnong/Jenong dan Tilapia artinya ikan. Ikan ini aslinya berasal dari danau Tanganyika di Afrika yang merupakan danau air tawar ke-dua terbesar di dunia setelah danau Toba di Indonesia. Ikan hias yang selanjutnya dikenal dengan nama Frontosa ini ukuran tubuhnya dapat mencapai 15 inci (38 cm), cukup besar untuk ukuran ikan hias. Maka tak heran jika akuarium yang dibutuhkan untuk ikan berwarna biru metalik ini ukurannya juga harus besar (minimal ukuran 70 galon). Jika diurus dengan baik, Frontosa dapat mencapai usia 15 tahun. Air sebagai habitat Frontosa harus memiliki derajat keasaman yang cukup (PH antara 7,8 – 8,5) dengan suhu 22-28 derajat celcius.  

Prospek bisnis ikan ini tergolong cukup menjanjikan. Hal itu terutama karena belum banyak orang yang mengembang biakkan ikan ini dan permintaan pasar ekspor cukup menjanjikan baik volume maupun harganya. Di tangan eksportir, konon harga seekor Frontosa dewasa jenis Burundi bisa mencapai 1-1,5 juta per ekor. Sedangkan dari tangan peternak, seekor bibit berumur 1 bulan, dapat dijual dengan harga Rp 5.000 – Rp 8.000.  Seorang peternak yang memiliki 150 ekor induk, mampu menghasilkan kira-kira 500 ekor anak Frontosa per bulan. Jika dikalikan, minimal peternak mampu menghasilkan Rp 2.500.000 per bulan. Jangan ditanya kalau anda bisa mengekspor langsung ke Negara yang membutuhkan, harganya bisa berkali-kali lipat. Induk frontosa mampu bertelur antara 30-40 telur setiap 3 bulan sekali , dan akan terus produktif mulai umur 3 sampai 7 tahun.

Jika anda berniat berternak frontosa, pertama harus menyiapkan modal untuk membeli indukan minimal 1 set terdiri dari 4 betina dan 1 jantan. Utamakan yang jenisnya laku di pasaran, yaitu jenis Burundi. Harga pasarannya mencapai 1 juta per ekor indukan. Jadi kalau beli 1 set indukan minimal harus siap kocek 5 juta. Untuk mendapatkannya, anda bisa mendapatkan di banyak peternak di Indonesia, atau mengimpor langsung dari Singapura. Untuk bak akuarium, siapkan minimal 5 akuarium besar. 1 untuk kawin dan  dan 4 lainnya untuk pembesaran. Kira-kira anda harus siap 5 juta lagi.

Sifat, Warna, dan Tips Seputar Pemeliharaan Frontosa

1.  Pilihlah Aquarium yang memanjang, bukan meninggi agar frontosa dapat lebih leluasa berenang

2.  Gunakan kerikil halus atau pasir sebagai dasar akuarium, jangan gunakan kerikil besar apalagi yang ujungnya tajam. Hal ini karena frontosa saat merasa takut akan sangat agresif dan berenang terbirit-birit tak karuan, sehingga dikhawatirkan akan menabrak-nabrak kerikil dan dapat melukai tubuhnya.

3.  Sediakan beberapa gua untuk tempat sembunyi frontosa, karena ikan ini cukup pemalu dan penakut.

4.  Setiap ornament batuan yang anda letakkan di akuarium harus terpasang dengan kokoh (tidak mudah bergerak), karena frontosa dengan ukuran tubuhnya yang besar dan kuat, saat bergerak dapat menabrak batuan yang besar sekalipun, yang dapat membentur kaca akuarium sampai retak.

5.  Frontosa juga tidak suka banyak gerakan di dalam air (air yang bergerak), sehingga anda harus berhati-hati menggunakan filter dan pompa air. Di samping itu gerakan air yang berlebihan juga dapat mengurangi jumlah dan kualitas sperma frontosa jantan.

6. Makanan frontosa di habitat aslinya terdiri dari ikan-ikan kecil. Tapi bisa juga diberi makan cacing, krill, udang, pelet, dll. Baik hidup maupun beku. Tapi perlu diketahui, untuk Frontosa berukuran besar lebih dari 5 inci (12 cm) tidak mau makan makanan yang serpihannya terlalu kecil dan lembut. Mungkin kurang menantang ya?

7.  Jenis ikan lainnya yang dapat disatukan dengan frontosa adalah Clown Loaches (ikan bersungut sejenis Botia) yang berukuran seimbang, atau ikan Plecos (ikan sapu-sapu).

8.  Pada dasarnya frontosa ikan yang sangat malas dan lesu. Tapi akan menjadi sangat aktif jika takut!. Mereka juga ikan semi nocturnal atau akan lebih aktif saat malam hari atau keadaan gelap dengan pencahayaan sedikit.

9. Frontosa juga sejenis social-fish, suka berkelompok. Itu artinya jangan pelihara frontosa sendirian dalam akuarium. Setidaknya peliharalah 4 ekor dalam satu akuarium agar mereka bisa bersosialisasi.

10.  Frontosa memiliki warna tubuh putih atau biru dengan 6 atau 7 pita vertical berwarna lebih gelap.

11. Frontosa tumbuh cukup lamban yaitu 3-4 tahun untuk menjadi mature dan mampu kawin, bertelur, dan berkembang biak.

12. Ciri frontosa jantan yang siap kawin adalah warnanya menjadi biru dan pada betina kandung telur akan menonjol.

13. Untuk mengawinkan frontosa, rasionya adalah 4 betina dan 1 jantan. Proses pembuahan telurnya adalah si jantan melepaskan sperma di air, lalu sang betina akan melepaskan telur-telurnya di tempat terdapat sperma, setelah itu telur-telur yang telah bercampur sperma akan dikumpulkan kembali ke dalam sang betina. Betina mengerami telur tersebut dalam mulutnya selama 5 minggu. Dan selama itu, betina biasanya tidak makan atau sedikit saja makan. Jangan khawatir ini normal.

14.  Masa inkubasi adalah 4-5 hari dan setiap telur yang dibuahi akan menetas. Telur yang berhasil menetas antara 20-80 buah dan segera menjadi ikan kecil. Betina akan memasukkan anak-anaknya ke dalam mulutnya lagi jika merasa ada bahaya.

15. Jika anak-anak tersebut tidak lagi disimpan induknya dalam mulutnya, anak-anak frontosa tadi harus dipisahkan ke bak lain untuk pertumbuhan. Karena bisa-bisa induknya akan memakan anak-anaknya karena disangka makanan.

16. Saat dewasa, muncul semacam benjolan atau ‘punuk’ di jidat/kepala frontosa sehingga terlihat jidat frontosa terlihat nongnong.

Nah, karena prospek yang cukup cerah dan perkembangbiakannya cukup mudah dan tidak terlalu rumit, sepertinya beternak frontosa cukup layak untuk dilakukan. 


Category Article ,

One Response to “Ikan Hias Aceh (AQUARIS)”

What's on Your Mind...

Entri Populer

Diberdayakan oleh Blogger.

Komentar

Google Ping My page rank Ping O-matic Pingonat

Koleksi Budidaya

Download